Mengenal Samurai-X



Bagi sobat Xpresi (sobeX)  pecinta Samurai X pastinya tahu bahwa Samurai X diambil dari kisah nyata yang ada di Jepang. Bahkan hampir semua nama yang ada di cerita Samurai X itu memang betul-betul terjadi dan ada. Di sini Xpresi bakalan mengulas tentang tokoh-tokoh dan cerita-cerita yang ada dianime Samurai X buat semua sobeX yang yang meggemari serial manga yang masih sering diampilkan di layar kaca ini.

Kawakami Genzai 
Sosok yang dijadikan model dari karakter Kenshin. Kawakami Genzai merupakan satu dari empat hitokiri pada masa revolusi Jepang, secara penampilan Kawakami Genzai merupakan sosok yang pendiam, memiliki ukuran tubuh yang kecil dan nggak tinggi, serta memiliki rambut yang panjang. Orang-orang yang baru pertama melihatnya sering salah mengira bahwa dirinya adalah seorang wanita (mungkin inilah yang menjadi point kemiripannya dengan Kenshin).
Pada era revolusi Jepang Kawakami merupakan sosok pendukung gerakan Jyoi. Dia menjadi tenar setelah berhasil membunuh seorang idealis dan pemikir hebat Shakuma Shouzan. Sakuma memiliki pemikiran bahwa untuk maju Jepang harus membuka diri dengan pengaruh asing, khususnya barat. Hal ini lah yang menjadikan dirinya sebagai sasaran empuk bagi gerakan-gerakan radikal yang menginginkan Jepang tetap murni dan bersih dari kontaminasi pengaruh asing.
Hitten Mitsurugi Ryu 
Jurus yang mematikan milik Kenshin ini juga ternyata diadopsi dari jurus milik Kawakami Genzai yang memiliki aliran Shiranui Ryu yang hebatnya aliran ini diciptakannya sendiri. Kehebatan jurus pedang dari Kawakami Genzai ini adalah dapat membunuh dengan sekali tebas.
Hajime Saito (18 Februari 1844 – 28 September 1915)
Dalam cerita anime Rurouni Kenshin terdapat seorang tokoh yang bernama Hajime Saito yakni ketua regu tiga kelompok Shinsen, dan ternyata Hajime Saito merupakan tokoh yang benar-benar nyata dan memang pernah hidup pada zaman itu, semua yang diceritakan di serial anime dan manga Rurouni Kenshin tentang Hajime Saito hampir semuanya merupakan kisah nyata terkecuali kisahnya dengan Kenshin dan Sishio Makoto.
Anggota Shinsengumi 
Sebagai anggota dari shinsengumi saito dikenal sebagai seorang yang tertutup dan misterius. Dia bukanlah sesorang yang mudah diajak bicara, posisi aslinya di shinsengumi adalah sebagai fukucho jokin (wakil panglima). Tugas utamanya adalah sebagai pelatih kenjutsu dan kadang bertugas sebagai mata-mata.
Hajime Saito memiliki jurus yang sangat mematikan, yaitu jurus satu sabetan tangan kiri dan ini membuatnya menjadi orang terkuat di Shinsengumi bersama Okita dan Nagakura. Saito banyak membunuh para anggota korup Shinsengumi seperti Itou Kashitarou, Takeda Kanryuusai dan lain-lain.
Okita Souji (Kapten Regu 1)
Satu lagi karakter dalam serial anime Rurouni Kenshin yang tokohnya diambil dari kisah nyata yaitu Soujiro Seta sang ketua regu satu kelompok Shinsen, dalam kehidupan nyatanya Soujiro Seta ini adalah seorang samurai anggota Shinsengumi yang bernama Okita Souji.
Seperti kisahnya dalam anime Rurouni Kenshin dalam kehidupan nyatanya Soujiro Okita Souji adalah anggota Shinsengumi yang paling populer, di usianya yang masih sangat muda dia menguasai berbagai macam teknik-teknik pedang handal, dan pada usia 15 tahun lebih dia sudah menjadi seorang samurai yang ulung. Pedang yang ia gunakan adalah Kikuichi Narimune (dalam anime Rurouni Kenshin pedang inilah yang digunakannya untuk bertarung melawan Kenshin pada pertarungan terakhir).

Keren dengan Blazer cowok




Yuk, kita mix and match sesuai dengan suasana dan tempat.
Untuk gaya sehari-hari, kamu bisa pake blazer berwarna hitam, t-shirt polos abu-abu dan jeans. keliatan cute dengan blazer yang sedikit gantung di mix dengan skinny jeans dan boots. Dandanan yang cukup simpel begini jadi terlihat lebih stylish dengan blazer. Kamu juga bisa ikutin tips blazer dengan menggunakan long blazer, sendal flat dan print t-shirt. Blazer emang terlihat sebagai jacket yang di atas t-shirt biasa dan memakai suspenders atau bahasa indonesianya selempang.
Coba padukan blazer dengan jumpsuit atau dengan maxi dress ataupun dress pendek untuk ke acara yang mengharuskan kamu berdandan rapi. Pakai juga high heels biar terlihat formal.
untuk acara yang santai coba padukan dengan jeans ataupun shorts dengan basic tee atau dengan t-shirt bergambar lucu-lucu. Modifikasi blazer kamu, lalu dibuka kancingnya ataupun dilipat lengan blazernya. Lalu kamu bisa percantik dengan flat ataupun heels.
Kamu bisa nyoba memakai blazer dengan t-shirt polos, jeans dan ballet flats. Or with a cute dress, wear a blazer with a short dress, it was cute! Boyfriend blazers, tuxedo jackets, schoolboy blazers, semuanya bisa kamu mix and match sesuai style kamu. Atau kalo mau terlihat preppy look, kamu bisa pake the old blazers atau blazer yang terlihat vintage.
Kamu bisa pakai outfit ini kapan aja kamu mau ke kampus, jalan-jalan, atau hang out ke mall. Kamu bisa perlengkap penampilan kamu dengan memilih tote warna terang dan heels yang edgy.
Wear with dark jeans. Kamu juga bebas menentukan mau pakai sepatu jenis apa, bisa Converse, sneakers atau berbagai macam bentuk dan warna sepatu flats, dari warna metallic sampai bright colors. Oh iya, akan lebih unik lagi kalo kamu pake hoodie untuk dalaman blazer kamu dan hoodie-nya dikeluarin diatas blazernya ya. dan satu lagi kamu bisa coba pakai scarf buat lehermu.

Ortu+Ilmu= Sukses




KALAU bicara pendidikan, sepertinya ingat sama Kak Seto ya? He..he.. Pendidikan kamu siapa yang menentukan, apa kamu sendiri or orang tuamu (ortu).
1. Pilihan Ortu. Meski sobeX punya pilihan sendiri, tapi sobeX juga harus mendengarkan pilihan ortu juga lho. Sebab, setiap ortu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Ya, walaupun pilihan kita bertentangan  dengan mereka selalu bersikap sewajarnya, supaya kita sukses dan selamat.
2. Kreatif. Nah, mau jadi orang kreatif nggak? So pasti mau dong. Tapi, kalau sobeX mau kreatif, kudu ada ilmu dulu. Biar ilmu kita lebih kreatif  kita harus menempuh pendikan dulu. Ya, biar nggak ketinggalan zaman.(u/d)

Melihat Trend Fashion Anak Remaja Sekarang







Berpenampilan menarik dan mengikuti fashion yang sedang berkembang, tentunya sudah menjadi trend tersendiri bagi kalangan remaja. Apalagi dalam pergaulan, penampilan sangat penting untuk diperhatikan.Selain membuat diri nyaman dengan menggunakan busana yang sesuai dan sedang nge-trend bisa membuat diri menjadi lebih percaya diri. Apalagi cara berpakaian bisa menunjukan jati diri secara tidak lansung. Seghingga tidak heran, bila ada yang rela menabung untuk membeli busana baru.
Apalagi kalau bukan untuk mengikuti perkembangan trend-setter terkini. Saat ini model pakaian remaja wanita, bukan lagi dengan warna-warna yang kalem, atau hanya menggunakan satu warna saja supaya tidak tabrakan.
Sekarang malah kebalik, model busana tabrakan yang sedang nge-trend dikalangan remaja. Hal ini, sudah menjadi trend tersendiri bagi kalangan remaja yang selalu mengikuti mode pakaian terbaru., busana pakaian untuk remaja putri yang sedang in adalah model busana tabrakan. Desain Baju remaja yang sedang ngetren baju-baju dengan menggunakan warna-warni yang cerah dan tabrakan antara satu warna dengan warna yang lain
contoh, baju t'shirt garis-gari vertikal yang berwarna kuning dipadukan dengan jaket garis-garis vertikal dengan warna hijau.Tentunya, dua warna ini tidak nyambung antara t'shirt dan jaket. Namun, memang saat ini model yang sedang marak dikalangan remaja Batam. Sehingga tidak perlu heran, bila melihat remaja saat ini, menggunakan baju yang menurut Anda 'aneh'. Memang begitu adanya. Sedangkan untuk celana, model celana press body dengan ujung celana yang semakin mengecil, inilah yang paling banyak diminati para kalangan anak muda. Disamping celana gantung, masih menjadi salah satu alternatif bagi remaja putri.

7 MERK SEPATU SKATEBOARD YANG MENJADI TREND ANAK MUDA MASA KINI


Vans


Spoiler for logo:


Sejarah:

Quote:
Pada tanggal 16 Maret, 1966 di 704 E. Broadway, di Anaheim, California, Paul Van Doren dan tiga mitra membuka toko pertama mereka. Van Doren Rubber Company adalah unik karena sepatu diproduksi dan dijual secara langsung kepada masyarakat. Pada pagi pertama, 12 pelanggan membeli sepatu Vans dek, yang sekarang dikenal sebagai Authentic. Sepatu yang dibuat hari itu siap untuk pick-up di sore hari.
Sepatu ini keluar segera setelah Caballero melihat tanda tangan pertama dan tanda tangan sepatu skate pertama kali dirilis di Amerika, Cab, sedang dipotong setengah ke atas pertengahan oleh skaters jalanan. Dia memutuskan untuk mencobanya untuk dirinya sendiri, dan dalam beberapa bulan, ia pergi ke Vans ke lapangan ide untuk versi pertengahan atas sepatunya. Hal ini menyebabkan lahirnya gaya, Vans 33 atau Half Cab.


Authentic adalah klasik asli renda-up sepatu skate ini menampilkan tanda tangan vans wafel konstruksi bawah. Sepatu ini telah tetap setia pada akar dan belum berubah sejak tahun 1966 asal-usulnya. Sekarang telah menjadi klasik untuk kesempatan kasual. Kanvas bagian atasnya dalam banyak warna dan gaya dengan telapak divulkanisir asli.Sepatu ini memang nggak keliatan seperti sepatu skate , tapi sepatu ini sangat banyak dipakai oleh anak muda jaman sekarang untuk jalan ke mall kalo nggak percaya pergi aja sana ke PIM liatin sepatunya



Sepatu skate ini kembali menciptakan Vans klasik terlihat dengan bahan baru dan gaya. TNTs van ringan, nyaman, dan skateable. Mereka bukan sepatu skate teknologi paling tinggi di pasar, tapi bukan itu tujuan mereka - mereka memberikan uang muka kecil bagi seorang yang sudah mapan, sepatu skateboard terbukti.


Vans boot Chukka datang dengan Suede atas untuk memakai tahan lama lama.Fleksibel tunggal untuk berjalan mudah. Sempurna untuk bersantai-kenyamanan di sekitar. Sepatu Vans yang ini emang jarang kelihatan , namanya Vans chukka boots . tapi sepatu model kaya gini lumayan juga kalo di pakai buat jalan hehehhe




Nike SB

Spoiler for logo:


Sejarah

Quote:
Nike SB lahir pada tahun 2002. Nike SB alias Nike Skateboarding adalah garis diperpanjang alas kaki dan pakaian dibuat untuk komunitas skateboard. Baik itu tidak berarti itu sebuah Dunk. Nike SB sekarang menawarkan garis besar sepatu skate, dan keluarga berkembang setiap tahun.





Gambar diatas adalah model dari Nike SB yang paling banyak digemari . Model nike dunk low ini adalah sepatu skateboard yang paling sering dicari oleh anak muda jaman sekarang , Pokoknya cocok deh kalo di pake sama agan-agan semua



Nike Dunk Mid



Nike Dunk High



Nih yang terakhir hehehe, Pada tahun 2005, Nike SB Paul Rodriguez memberi model sendiri pro sepatu bernama Nike SB P-Rod. Setelah menjual bintang sepatu Nike SB's, itu memberikan pengakuan beberapa perusahaan ke pasar skateboarding. Mereka menamakannya Nike SB Blazer dan menambahkan beberapa fitur baru seperti kerah bantalan dan "Zoom Air" di sol.



Supra

Spoiler for logo:


Sejarah:

Quote:
Supra, nama itu sendiri berbau sesuatu yang kreatif, baru dan segar. Supra adalah kata Latin yang berarti 'di atas dan di luar' dan pencipta itu sendiri berpikir penting untuk memiliki nama besar untuk banding ke, orang baru segar hip, pemuda muda. Supra merek alas kaki yang tidak konvensional Anda Nike sneakers. Supra koleksi tentang Skytops neo-klasik dan 14K model emas mereka Chad Muska telah menarik banyak perhatian dan telah terjual habis di nano-detik.




Supra Vaider



Tinggi atas desain dengan 2 tali Velcro pada outsole divulkanisir. perlindungan ekstra tumit dicetak menjadi insole poliuretan memori tinggi. Eksklusif SupraFoam midsole memberikan daya tahan seluruh dampak kaki, sepatu optimal rakelmartins, dan papan rasakan. Speed-hantaman sistem dengan tali lilin. Neoprene lining dan internal Bootie neoprene untuk kenyamanan tak tertandingi, fit, dan kinerja



DC


Spoiler for logo:


Sejarah:

Quote:
DC adalah perusahaan Amerika Serikat yang mengkhususkan sepatu untuk olahraga ekstrim, termasuk skateboarding, snowboarding, bmx, motocross, rally mobil balap, dan surfing, serta snowboards, kemeja, jins, topi, dan jaket.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 dan berbasis di Vista, California. DC awalnya berdiri untuk 'Droors Pakaian Alas Kaki', tapi karena penjualan Droors Busana (yang kini sudah tidak beroperasi), DC tidak lagi memiliki hubungan dengan Droors dan hanya DC Shoes.

Pada tanggal 10 Maret 2004, DC Shoes diakuisisi oleh Quiksilver dalam transaksi USD $ 87 Juta
Spoiler for model:


The Mid Fitz S fitur super suede, suede-tugas berat atas, panel atas diperforasi, lidah busa empuk dan kerah, lidah mesh ringan, konstruksi divulkanisir, selendang kaki karet, dan banyak lagi yang menjamin sepatu skate besar.


DVS

Spoiler for logo:


Sejarah:
Quote:
Dvs awalnya dibuat skateboard sepatu khusus laki-laki, tetapi hari ini mereka telah melakukan ekspansi sepatu mereka dengan sepatu untuk wanita, anak-anak dan balita. Sepatu model sekarang termasuk sandal, sandal dan desain fashion-based. Mereka juga memiliki garis pakaian.

Teknologi seperti bantalan Memar Sistem kontrol, bahan ECOTRUE didaur ulang, dan kontrol CGT pegangan dipekerjakan oleh dvs.
Spoiler for model:

Hayes Mid Throwback (Black Suede)

Signature Series: Tiga dijahit Tunggal / Non-slip outsole divulkanisir / papan berlangsung sangat fleksibel / Memar Control / Asli Intent branding / style Signature oleh Zered Bassett



Macbeth


Spoiler for logo:


Sejarah:
Quote:
Macbeth Footwear (sebelumnya dikenal sebagai "Macbeth Atletik") adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh Tom DeLonge dan Mark Hoppus dari Blink-182. Mereka mendirikan perusahaan pada tahun 2002-2003. Perusahaan menjual terutama alas kaki, tetapi juga menjual t-shirt, kaus, dan kacamata hitam (di antara aksesori lainnya). Macbeth adalah sebuah perusahaan kebanyakan vegan dan yang banyak dipengaruhi oleh musik dan seni kreatif lainnya. Hal ini memiliki dua logo, satu tanda tangan Macbeth Pennant serta Griffin (singa dengan sayap). Macbeths online sumber utama adalah Loserkids.com, yang juga didirikan oleh Tom DeLonge dan Mark Hoppus. Mereka juga sebelumnya didirikan Atticus Busana.
Spoiler for model:




Es


Spoiler for logo:


Sejarah:
Quote:
Darah Pertama ES Bobby Worrest pertama-pernah model sepatu pro dan musim ini kami hadir untuk Anda, versi mid-top! Fitur, Dirancang oleh Worrest Bobby. Suede atau bahan kulit bagian atas. Tipis padded lidah dan kerah pertengahan-top untuk kenyamanan. Sistem G2 bantalan tumit memasukkan gel. permen karet Vulkanisat outsole       

Model Baju Batik Jadi Tren Anak Muda: Kecintaan Pada Indonesia Atau Emosi Sesaat?



Cinta batik Indonesia
Akhir-akhir ini, kalau diperhatikan, pakaian bercorak batik sedang populer di kalangan wanita, terutama remaja untuk model baju sehari-hari. Sebelumnya, model baju batik lebih sering digunakan hanya untuk acara-acara resmi. Munculnya trend baju model batik seperti ini menimbulkan 2 pertanyaan dalam benak saya; apakah ini bentuk sikap kecintaan mereka terhadap hasil karya tradisional Indonesia atau justru ini bentuk reaksi kemarahan mereka karena ada negara tetangga yang mengklaim model batik sebagai milik mereka?
Saya baru menyadari betapa maraknya pakaian model batik modern beberapa minggu yang lalu, ketika ibu saya, yang pedagang busana batik, menawarkan pakaian model batik dagangannya untuk saya pakai sehari-hari. Tidak biasanya, saya tidak menolak. Saya malah dengan senang hati menerimanya. Entah karena memang model batiknya yang bagus sehingga saya ingin memakainya, atau entah karena tanpa saya sadari pakaian model batik sudah mulai marak di kalangan remaja putri sehingga saya ingin mengikuti trend. Namun, apapun alasannya, saya mulai memakai model baju batik sebagai pakaian sehari-hari di saat baju batik mulai menjadi trend.
Saya pikir, mungkin alasan orang-orang mulai gemar memakai batik modern karena mereka memang menyukainya sebagai karya bangsa. Terlebih lagi memang akhir-akhir ini model batik yang ditawarkan bisa dibilang up to date.
Ternyata menurut paman saya yang merupakan pengusaha dan penjual batik, yang juga baru akhir-akhir ini memproduksi batik berdesain up to date, alasan para penjual batik online melakukan ini semua adalah atas dasar kejengkelan mereka terhadap negara tetangga yang tiba-tiba mengklaim batik sebagai milik mereka. Mereka sebagai penjual batik modern penerus budaya batik Indonesia merasa sangat tersinggung dan tidak dihargai. Susah-susah mempertahankan keberadaan batik di Indonesia , tiba-tiba batik diaku negara tetangga. Maka dari itu, untuk membuktikan bahwa batik milik Indonesia, mereka pun membuat pakaian model batik yang berdesain modern untuk dipakai sehari-hari, sehingga masyarakat dapat sering memakainya.
Di satu sisi, hal itu terdengar menyenangkan, karena menunjukkan betapa para produsen itu berusaha kuat untuk membuktikan batik adalah milik Indonesia. Namun ada nada ironi juga di sana, karena menunjukkan bahwa kita baru bisa mempertahankan model batik sebagai milik bangsa setelah ada yang menyerang dengan memperebutkan pengakuan kepemilikan batik.
Jika ternyata maraknya pakaian batik sehari-hari adalah reaksi emosi sesaat terhadap negara tetangga, mungkin saja ini akan menjadi trend sesaat. Ketika situasi mereda, mungkin saja orang-orang akan mulai meninggalkannya dan terbuai dengan keadaan aman bahwa kita sudah berhasil membuktikan bahwa model batik adalah milik bangsa Indonesia. Hal ini tentu saja akan makin menimbulkan ironi, karena menunjukkan kecintaan yang begitu dangkal terhadap karya bangsa. Kecintaan hanya muncul sebagai reaksi emosional atas serangan bangsa lain.
Saya hanya bisa berharap pembuktian kecintaan masyarakat pakaian batik saat ini tidak akan mereda begitu saja ketika serangan dari negara tetangga ikut mereda. Semoga trend model batik ini tidak seperti trend mode yang tiap setahun sekali ditinggalkan dan dilupakan begitu saja, kemudian diganti dengn trend baru lagi.

T-Shirt dan statusnya kini



Dibanding jenis pakaian lainnya, sejarah kaos oblong sebenarnya belumlah terlalu panjang. Kemungkinan besar kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kaos berbahan katun biasanya dipakai oleh tentara Eropa sebagai pakaian dalam (di balik seragam), yang fleksibel dan bisa dipakai sebagai pakaian luar jika mereka beristirahat di udara siang yang panas. Istilah “T-Shirt” (metafor yang mungkin diambil berdasar bentuknya) baru muncul di Merriam-Webster’s Dictionary pada 1920, dan baru pada Perang Dunia II ia menjadi perlengkapan standar dalam pakaian militer di Eropa dan Amerika Serikat.
Kaos oblong mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Dan puncaknya adalah ketika James Dean mengenakan kaos oblong sebagai simbol pemberontakan kaum muda dalam Rebel Without A Cause (1955).
Teknologi screenprint di atas kaos katun baru dimulai awal “60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos baru, seperti tank top , muscle shirt , scoop neck , v-neckdsb. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial. Kaos oblong mengkomunikasikan berbagai lokasi atau identitas sosial: tempat (HRC, Borobudur, Bali, Yogyakarta), bisnis (Coca Cola, Yamaha, Suzuki), tim (MU, Inter Milan), konser atau acara kesenian (Jakjazz), komoditas yang dianggap bernilai (VW, Harley Davidson), sementara banyak juga yang mengkomunikasikan slogan (kaos-kaos Dagadu, Joger).
Fashion, Kaos, dan Komunikasi
Meski sudah mulai mendunia sejak “50-an, konvensi mode dunia tetap saja belum memasukkan kaos ke dalam kategori fashion . Kaos tetap saja dianggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas dikenakan sebagai pakaian luar. Memakai kaos masih juga dianggap sebagai tindakan yang unfashion. Karena itu pada masa musik heavy metal mulai digemari kalangan muda, mereka ini sengaja memilih seragam kaos oblong sebagai bentuk penolakan terhadap konvensi arus utama mode dunia (high fashion). Menyobek beberapa bagian dari kaos oblong bahkan merupakan bagian dari gaya subkultur punk. Bagi mereka ini bentuk fashion adalah unfashion.
Perubahan dalam bahan dan teknologi produksi kaos turut berperan dalam perubahan makna kaos dalam kehidupan sosial. Ditemukannya polyester dan bahan-bahan fiber artifisial, bersamaan dengan diperkenalkannya bahan drip-dry untuk pembuatan pakaian, penambahan variasi warna, gaya dan tekstur, membuat kaos semakin diterima sebagai pakaian luar. Meski begitu, dalam diferensiasi sistem fashion, hingga sekarang kaos masih digolongkan dalam kategori low fashion (=unfashion?).  Berbeda dengan produk high fashion yang didesain dan dibuat secara khusus untuk orang-orang khusus, hampir semua kaos merupakan low fashionyang didesain untuk tujuan diproduksi secara massal.
Variasi kaos sebagai pakaian luar sekarang ini sangat beragam. Kaos diproduksi baik dalam warna-warna primer maupun dalam kombinasi yang lebih kompleks, beberapa di antaranya dilengkapi dengan saku untuk menyimpan alat tulis, rokok, atau benda kecil lainnya. Dengan begitu kaos tidak hanya dipakai oleh kalangan muda, laki-laki, atau mereka yang berasal dari golongan bawah saja, tetapi juga dipakai oleh siapa saja. Kita juga melihat kaos dipakai dalam berbagai aktivitas, dari bekerja hingga mengisi waktu senggang, seperti jalan-jalan di pusat pertokoan atau bermain golf.
Kaos oblong sekarang ini juga telah menjadi wahana tanda. Kaos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah “teks terbuka” di mana pembaca atau penonton bisa menginterpretasikannya.
Betapapun klaim atas identitas atau status dalam kaos oblong ini bersifat ambigu, dalam terminologi Umberto Eco (1979), representasinya selalu bersifat undercoded , ia berhubungan secara synecdochical (satu bagian dari kaos mewakili keseluruhan pribadi seseorang) dengan pengalaman, relasi sosial, nilai, atau status yang diklaim secara eksplisit atau implisit oleh pemakainya. Pesan yang disampaikan dalam kaos bukanlah sekedar tentang tempat, kelompok, atau bisnis, tetapi klaim atas status pemakainya. Seorang pemakai kaos oblong Dagadu misalnya, bukan sekedar menyampaikan pesan bahwa kaos oblong yang dipakainya adalah buatan Yogyakarta, melainkan juga mau mengumumkan sebuah pengalaman yang menurut pemakainya cukup penting (ia seperti mau mengatakan,”Mari saya beritahu pengalaman saya jalan-jalan di Yogya”).
Tetapi sekarang ini kaos oblong juga dipakai untuk mengkomunikasikan apa yang bukan bagian dari identitas seseorang. Misalnya, penulis pernah melihat seorang ibu muda yang sedang berjalan mengandeng anaknya. Si ibu ini memakai kaos dengan tulisan “BITCH” di bagian depannya.
Apakah si ibu ini tidak mengerti bahasa Inggris atau penguasaan bahasa Inggrisnya pas-pasan, sampai ia tidak mengerti bahwa bitch (anjing betina) adalah umpatan yang sangat kasar yang biasa dipakai untuk menyebut wanita jalang? Apalagi waktu itu ia sedang menggandeng anaknya. Bukankah si anak ini menjadi cocok dengan umpatan lainnya, son of a bitch ? Seandainya si ibu ini cukup mengerti bahasa Inggris, tentu yang mau dikomunikasikannya adalah “saya bukan bitch “. Ini semacam pendifinisian double negative, di mana seseorang mengklaim (secara ragu-ragu) keanggotaan pada kelompok tertentu yang tidak eksis. Si ibu tadi mengklaim keanggotannya pada kelompok “perempuan/ibu yang baik” tanpa menghadirkan kelompok yang diklaimnya ini. Hal yang sama juga terjadi pada kasus salah satu teman yang memakai kaos bergambar logo Golkar untuk menunjukkan pengejekannya pada Golkar atau untuk mengatakan bahwa ia bukan simpatisan Golkar.
Dengan semakin tumbuhnya industri periklanan, kaos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk, sebagaimana mengkomunikasikan diri atau identitas. Seringkali kaos dijadikan iklan berjalan yang oleh pengiklan kadang-kadang dibagikan secara gratis. Di Indonesia, adalah hal yang biasa banyak orang berebut mendapatkan pembagian kaos dari OPP pada saat Pemilu (tak jarang juga disertai pembagian “amplop”). Perusahaan-perusahaan sekarang ini juga membuat kaos dengan nama atau logo perusahaan yang tertera di atasnya (Coca Cola, Reebok, Nike, Wilson), dan menjualnya di toko-toko sebagai pakaian produksi massal yang siap pakai. Bagi sejumlah besar pemakainya, tentu memakai kaos oblong tidak dimaksudkan sebagai iklan, melainkan sebagai indikasi status dan pendapatan pemakainya, loyalitas atau kepercayaan pada satu produk. Ia juga merupakan suatu bagian dari identitas diri, “Saya adalah penggemar Coca Cola”, “Seperti Michael Jordan, saya memakai Nike (bagaimana dengan Anda?)”.
Kaos-kaos buatan perusahaan tertentu dianggap mewakili gaya hidup atau selera yang khas, selain sekaligus si pemakai mengiklankan perusahaan pembuatnya. Misalnya kaos bermerek Benetton, Ralph Lauren atau Calvin Klein. Simbol-simbol tertentu pada kaos, seperti buaya kecil atau kuda poni dan pemain polo kecil (dan berbagai variannya), juga sangat penting. Simbol-simbol ini bukan hanya menunjukkan status pemakainya yang mampu mengkonsumsi pakaian buatan desainer mahal, tetapi juga status dalam sistem fashion itu sendiri (ketika kelompok desainer Parisian juga memproduksi kaos, apakah kaos menjadi high fashion ?).
Kaos dan Kehidupan Modern
Lebih dari jenis pakaian yang lain, sejarah kaos bukan saja menunjukkan cepatnya perubahan teknologi dalam industri garmen, melainkan juga menunjukkan bagaimana fashion bernegosiasi dengan ruang dan waktu.
Kaos semula hanya diakui sebagai pakaian dalam. Dan dalam kaitannya dengan pola penempatan ruang, sebagai pakaian dalam kaos adalah pakaian privat . Tetapi kemudian dengan negosiasi lewat media massa dan penemuan bahan serta model-model baru, kaos perlahan mulai tampil sebagai pakaian publik. Karena itu, sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos dari ruang privat ke ruang publik ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publik (privatisasi ruang publik). Sementara dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kaos bisa dilihat sebagai bagian dari leisure class , yang menunjukkan statusnya dengan pemanfaatan waktu senggang sebesar-besarnya.
Persis seperti semboyan kaos oblong Dagadu ” Smart and Smile “, kaos oblong mengajarkan bagaimana hidup modern harus dijalani: berpenampilan cerdas, ringkas, tangkas, sekaligus santai. Hidup dengan segala tetek-bengeknya yang rumit ternyata tidak harus dijalani dengan rumit pula, melainkan bisa dijalani dengan “seperlunya dan santai”. Dalam perspektif ini, papan pengumuman di kampus-kampus yang berbunyi “Dilarang memakai kaos dan sandal” adalah warisan dari kehidupan masa lalu yang “serius” dan sebentuk “pendisiplinan gaya”, yang tidak lagi cocok dengan semangat smart and smile . Karena itu mahasiswa tetap saja berkaos oblong di kampus, pertama-tama bukan untuk menunjukkan perlawanan langsung mereka kepada aturan hidup yang lama, melainkan untuk menunjukkan bahwa diri mereka sendirilah yang paling berhak atas penampilannya. Dan bagaimana mereka harus berpenampilan, salah satunya ditentukan oleh resepsi mereka terhadap media massa, yang juga mengajarkan smart and smile (misalnya semboyan iklan telepon genggam Nokia seri 3210, “Begitu kecil, begitu cerdas”). Jadi hidup modern dijalani dengan semangat mengisi waktu senggang. Inilah yang disebut estetikasi kehidupan sehari-hari yang mencirikan kehidupan modern (di mana “yang etis” bergeser menjadi “yang estetis”). Semangat kehidupan modern sebenarnya adalah semangat kaos oblong.

ivan tewu™. Diberdayakan oleh Blogger.

IVAN CHRISTO TEWU <= BACA TQ